Home / Nasional / Dukung Kemandirian Nelayan, Program PALUGADA PHE OSES Dorong Budidaya Ikan Berkelanjutan di Kepulauan Seribu

Dukung Kemandirian Nelayan, Program PALUGADA PHE OSES Dorong Budidaya Ikan Berkelanjutan di Kepulauan Seribu

BANDARLAMPUNG , ESKANEWS.COM – PT Pertamina Hulu Energi Offshore Southeast Sumatra (PHE OSES) terus memperkuat komitmennya dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir melalui Program PALUGADA (Panggang Lestari dan Mandiri). Sabtu (10/8/2026).

Inisiatif Corporate Social Responsibility (CSR) ini fokus menghadirkan solusi konkret bagi tantangan yang dihadapi oleh para nelayan dan pembudidaya ikan lokal, khususnya di wilayah Kelurahan Pulau Panggang, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta.

Program PALUGADA ini hadir sebagai solusi atas tantangan yang dihadapi pembudidaya ikan di Pulau Panggang, seperti tingginya biaya pakan, keterbatasan akses benih dan pakan lokal, serta kondisi distribusi akibat wilayah kepulauan.

Program PALUGADA ini sendiri bertujuan untuk meningkatkan produktivitas budidaya, memperkuat kemandirian kelompok pembudidaya, sekaligus mendukung pengelolaan lingkungan dan keberlanjutan ekonomi masyarakat pesisir.

Melalui program yang dibesut sejak tahun 2023 ini, PHE OSES mendampingi Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Kerapu Cantik untuk mengatasi tingginya biaya pakan pabrikan. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah memberikan pelatihan pembuatan pakan ikan mandiri berbasis maggot serta manajemen usaha budidaya. Maggot dipilih sebagai sumber pakan alternatif karena lebih terjangkau, bernutrisi tinggi, dan mendukung prinsip keberlanjutan lingkungan.

Infrastruktur Rumah Apung Maggot
Tidak hanya memberikan teori, PHE OSES juga memfasilitasi para pembudidaya dengan infrastruktur berupa Rumah Apung Maggot. Fasilitas ini berfungsi penuh sebagai pusat produksi maggot yang dimanfaatkan langsung oleh masyarakat Pulau Panggang untuk menjaga pasokan pakan ikan secara konstan dan mandiri.

Sebanyak 2.653 kg sampah organik berhasil diolah menggunakan larva Black Soldier Fly (BSF) menjadi maggot sebagai pakan alternatif ikan, sementara kasgot dimanfaatkan sebagai pupuk organik. Program ini juga membentuk bank Benih Ikan untuk menyediakan bibit unggul bagi pembudidaya, sehingga mampu menghasilkan omzet hingga Rp 14,7 juta persiklus serta mengehamt biaya pakan sebesar Rp 2,7 juta persiklus.

Dampak positif dari Program PALUGADA ini meliputi beberapa aspek utama bagi masyarakat:

Efisiensi Biaya: Menekan ketergantungan nelayan pada pakan pabrikan yang mahal.

Keberlanjutan Usaha: Menjaga roda ekonomi budidaya kerapu tetap berjalan stabil.

Ketahanan Ekonomi: Membuka peluang pendapatan baru bagi masyarakat melalui manajemen budidaya maggot yang terstruktur.

Keberhasilan Program PALUGADA dalam mengintegrasikan aspek perlindungan sumber daya laut dengan peningkatan kesejahteraan ekonomi lokal telah mendapat pengakuan luas. PHE OSES berhasil membawa pulang penghargaan dalam ajang Daerah Khusus Jakarta (DKJ) Award atas kontribusi nyata program ini terhadap pengentasan kemiskinan dan penyediaan lapangan kerja yang layak bagi masyarakat pesisir.

Melalui sinergi yang kuat antara sektor industri hulu migas dan komunitas lokal, Program PALUGADA membuktikan bahwa kemandirian ekonomi wilayah pesisir dapat dicapai tanpa harus merusak kelestarian ekosistem laut. (LN/Dndy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *