Home / Nasional / Dari 128 Cekungan Migas Masih 20 Cekungan Berproduksi, PHE OSES Pacu Eksplorasi 65 Cekungan Perawan Nasional

Dari 128 Cekungan Migas Masih 20 Cekungan Berproduksi, PHE OSES Pacu Eksplorasi 65 Cekungan Perawan Nasional

BANDARLAMPUNG, ESKANEWS.COM – PT Pertamina Hulu Energi Offshore Southeast Sumatera (PHE OSES) berkomitmen penuh mengambil peran strategis dalam peta jalan 65 cekungan geologis yang belum tergarap (unexplored basins) demi mengamankan masa depan energi nasional.Kamis (24/9/2026).

Langkah ini menjadi bagian penting dari komitmen anak usaha Subholding Upstream Pertamina tersebut dalam merespons cetak biru hulu migas nasional per 31 Agustus 2026, di mana mayoritas wilayah Nusantara masih menyimpan potensi besar yang menanti investasi eksplorasi.

Menurut Analisis Senior Komunikasi SKK Migas, Gyzelda Disanty Berdasarkan data potensi hulu migas, Indonesia memiliki total 128 cekungan sedimentasi (basins).Namun, ketahanan energi saat ini baru ditopang oleh 20 cekungan aktif yang berproduksi.

“Dari total 128 cekungan sedimen, mayoritas cekungan di Indonesia masih menanti untuk di eksplorasi. Dimana hanya 20 cekungan (warna merah) yang aktif berproduksi,” ujarnya saat memaparkan potensi hulu migas Indonesia di kegiatan peningkatan kapasitas media di Pengalengan, (22/9/2026).

Diketahui melalui operasi di Blok Southeast Sumatra (WK SES) PHE OSES terus bergerak agresif dari sekadar mengelola wilayah produksi yang ada, menuju upaya pencarian sumber daya baru pada puluhan cekungan yang masih perawan tersebut untuk mendongkrak 149 BBOE discovered volume inplace nasional.

Peta sebaran investasi mencatat bahwa selain 20 cekungan menghasilkan dan 65 cekungan unexplored, Indonesia juga menyimpan 27 cekungan temuan serta 5 cekungan prosepek temuan dengan sistem petroleum terbukti. Keberadaan wilayah-wilayah potensial ini menjadi motor bagi PHE OSES untuk terus memperluas aktivitas eksplorasi di dalam ekosistem 165 Wilayah Kerja (WK) nasional, yang mencakup luasan operasional aktif lebih dari 460.000 kilometer persegi baik di daratan maupun lepas pantai.

Eksplorasi masif pada cekungan baru ini didukung penuh oleh kesiapan finansial dan operasional hulu migas nasional yang memiliki nilai aset perolehan mencapai US$ 71,37 miliar (Rp 743,45 triliun). Infrastruktur terintegrasi yang dikelola—termasuk 649 platform, 22 unit FPSO/FSO/FPU, serta jaringan pipa sepanjang 47,5 ribu kilometer—siap mengomersialkan temuan baru dari cekungan prospektif guna memperkuat cadangan terbukti nasional yang saat ini berada di angka 2,33 BBO minyak dan 34,78 TCF gas bumi.

Melalui integrasi strategi pencarian sumber daya baru di cekungan potensial dan keandalan operasional offshore, PHE OSES optimistis dapat membuka peluang investasi energi terbesar di kawasan Asia Pasifik sekaligus menjaga keberlanjutan pasokan energi dalam negeri secara jangka panjang. (LA/Dndy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *