Home / Bandarlampung / Walikota Eva Dwiana Paparkan Dua Inovasi Di Ajang IGA 2025

Walikota Eva Dwiana Paparkan Dua Inovasi Di Ajang IGA 2025

BANDARLAMPUNG, ESKANEWS.COM – Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, telah melakukan beberapa presentasi sebagai nominator dalam ajang Innovative Government Awards (IGA) 2025 untuk kategori kota, serta berpartisipasi dalam forum-forum ekonomi dan investasi. Kamis (6/11/2025).

Dalam kesempatan ini pemerintah kota Bandarlampung mengusulkan dua inovasi unggulan dalam ajang Innovative Government Award (IGA) 2025 yang digelar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Hal itu disampaikan Wali Kota Bandar Lampung Hj. Eva Dwiana saat melakukan presentasi di hadapan Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kemendagri, Jakarta.

“Pada ajang IGA 2025 ini, Pemkot Bandar Lampung mengusulkan dua inovasi, yaitu satu inovasi non-digital dan satu inovasi digital,” ujar Eva Dwiana.

Diketahui, Kota Bandar Lampung berhasil masuk sebagai nominator Kota Terinovatif se-Indonesia dalam ajang IGA 2025.
Hal itu tertuang dalam Radiogram Kepala BSKDN Kemendagri Nomor 400.10.11/4522/BSKDN tertanggal 31 Oktober 2025 tentang pemanggilan kepala daerah untuk presentasi penilaian dan pemberian penghargaan IGA 2025.

Pemaparan Inovasi Terbaik Kota Bandarlampung

Eva Dwiana memaparkan inovasi terbaik Kota Bandar Lampung dalam acara IGA 2025 pada bulan November.

Presentasi ini merupakan bagian dari penilaian terhadap inovasi yang telah dilaporkan dan terdaftar di aplikasi IGA Kemendagri, dengan tema wajib seperti peningkatan PAD atau pengendalian inflasi.

Inovasi pertama, kata Eva, merupakan program non-digital di bidang kesehatan yang berfokus pada pelayanan ibu dan anak di puskesmas. Melalui program ini, calon ibu mendapat pemantauan intensif sebelum melahirkan sehingga kondisi ibu dan bayi dapat terpantau dengan baik.

Selain itu, Pemkot juga menghadirkan layanan foto shoot gratis bagi bayi yang baru lahir di puskesmas.

“Ini mungkin baru satu-satunya di Indonesia. Kami gratiskan bagi masyarakat Bandar Lampung. Harapannya, masyarakat semakin percaya dan menjadikan puskesmas sebagai pilihan utama untuk berobat,” tambah Eva

Sementara inovasi kedua merupakan program digital, yakni Sistem Informasi Pelayanan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Aplikasi ini memudahkan masyarakat untuk mengecek tagihan dan membayar PBB secara daring melalui Indomaret, Alfamart, mobile banking, hingga QRIS.

“Dengan aplikasi ini, masyarakat tidak perlu lagi menggunakan jasa pihak ketiga untuk membayar PBB,” jelas Eva.

Selain mempermudah layanan, Pemkot juga menerapkan kebijakan insentif pajak untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *